PESAWARAN-Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pesawaran sejak dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran telah mengimplementasikan digitalisasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik serta teknologi pendidikan sejak jenjang TK PAUD
“ Sesuai astacita Presiden Prabowo Subianto, bahwa digitalisasi pembelajaran jenjang PAUD dan TK melalui penguatan literasi digital dimulai sejak dini dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran serta peningkatan kompetensi guru dalam teknologi pembelajaran,”ungkap Kepala Disdikbud Pesawaran Anca Martha Umaa N, melalui Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD dan Pendidikan Nonformal, Zul Pajri, Rabu 13 Mei 2026

Dikatakan, guna mendukung digitalisasi pembelajaran tersebut Kementerian Pendidikan telah meluncurkan interaktif Flat Panel (IFP)) ke sekolah sekolah. Sehingga tenaga pendidikan lebih melek teknologi dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik.
“Mulai dari proses pembelajaran kepada peserta didik, pelaporan, dan lain lain. Dan kita sudah memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik,”jelasnya
Tentu untuk mendukung proses pembelajaran berbasis digital harus didukung sarana prasarana yang mumpuni.Dimana saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyalurkan IFP, Komputer dan Hardis Eksternal kepada 168 sekolah pada tahun 2025. Dan di Pesawaran sendiri terdapat 350 TK PAUD
” Tahun ini kita sudah usulkan masih proses verifikasi dan validasi, mudah mudahan seluruh sekolah bisa terakomodir,”imbuhnya
Selain digitalisasi pembelajaran, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran secara masif menyosialisasikam wajib belajar 13 tahun. Dimana, selama ini masyarakat mengetahui wajib belajar 12 tahun. Dimulai dari SD hingga SMA.
” Dari dua tahun lalu wajib belajar 13 tahun, satu tahunnya pra SD. Fokus pembangunan manusia sejak usia dini holistik integratif,”pungkasnya

















