Menu

Dark Mode
Harumkan Lampung, Putri Marshanda Raih Juara I Karate International Championship 2026 Pejabat Pesawaran Alih Tugas Ke Lamsel Raih Nilai Tertinggi JPTP Aksi Long March Ribuan Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Tanjung Kemala Tuntut Kepastian Hukum Tanah Adat DPRD Pesawaran Menyoal Pembangunan Ruas Jalan Lingkungan di Teluk Pandan Tegas. Kapolda Lampung Intruksikan Jajaran Tembak Ditempat Pelaku Begal Polda Lampung Berhasil Ungkap Kasus Curat Ranmor yang Mengakibatkan Gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena

Pendidikan

Disdikbud Pesawaran Nonaktifkan Oknum Guru Yang Terlibat Keributan

badge-check

Disdikbud Pesawaran Nonaktifkan Oknum Guru Yang Terlibat Keributan Perbesar

PESAWARAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran mengambil langkah tegas terhadap seorang guru yang terlibat keributan dengan sesama guru dan mengintimidasi siswa di salah satu sekolah dasar (SD) di wilayah setempat.

Oknum guru tersebut bernama Harmini, yang merupakan pengajar mata pelajaran PJOK di SDN 5 Kedondong, dan saat ini telah resmi dinonaktifkan dari jabatannya.

Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran, Anca Martha Utama, menjelaskan bahwa keputusan ini tertuang dalam surat Disdikbud Pesawaran Nomor 800/1016/IV.01/P2K/VIII/2025.

Surat tersebut menyatakan Harmini tidak lagi diperkenankan menjalankan tugas sebagai guru di SDN 5 Kedondong karena tindakannya dianggap tidak mencerminkan perilaku seorang pendidik.

“Langkah ini kami ambil untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan peserta didik. Keselamatan dan ketenangan siswa adalah prioritas kami,” tegas Anca, Minggu (24/8/2025).

Mantan Kadis Pertanian ini memaparkan bahwa pihaknya telah menempuh sejumlah langkah setelah insiden terjadi, mulai dari pemeriksaan hingga mengambil langkah tegas.

“Pertama, kami meminta Inspektorat Daerah memeriksa yang bersangkutan pada 29 Juli 2025. Kedua, menonaktifkan yang bersangkutan sebagai guru per 1 Agustus 2025. Pada hari kejadian itu juga, kami langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kedondong,” jelasnya.

Anca menambahkan, berdasarkan data dari Puskesmas setempat, Harmini terindikasi memiliki riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Insiden ini terjadi pada 28 Juli 2025 di halaman SDN 9 Kedondong saat upacara bendera berlangsung. Dimana Harmini datang mencari seorang tenaga honorer berinisial A. Dilokasi itulah keributan terjadi, termasuk dugaan ancaman terhadap siswa yang kemudian viral di media sosial.

“Kami akan terus memantau kasus ini dan memastikan seluruh sekolah di wilayahnya menjadi lingkungan yang aman dan kondusif bagi peserta didik,” pungkasnya.

Lebih jauh Anca menambahkan, sebelum viralnya kejadian tersebut, pada Februari 2025 oknum guru Harmini juga sempat dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran lantaran kedapatan merokok di sekolah.
“ Untuk membuktikan lebih lanjut apakah indikasi yang bersangkutan mengalami ODGJ, kan harus dilakukan observasi di Rumah Sakit Jiwa. Upaya itu sudah coba kita komunikasikan dengan pihak keluarga, namun pihak keluarga belum bersedia,”tutupnya (Rul )
Facebook Comments Box

Read More

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdikbud Pesawaran Terapkan Digitalisasi Pembelajaran

13 May 2026 - 20:55 WIB

O2SN Momentum Lahirkan Talenta Olahraga

12 May 2026 - 15:08 WIB

Pringsewu Butuh Guru Yang Mampu Mencari Kebenaran di Tengah Kegelapan

3 April 2026 - 12:05 WIB

Wakil Bupati Pesawaran Antonius, Apresiasi Peran Guru

14 December 2025 - 22:45 WIB

Kemenag Pesawaran Gercep Sosialisasikan KBC

28 August 2025 - 19:21 WIB

Trending on Pendidikan