Menu ✖

Dark Mode
Bupati Nanda Tegaskan Tidak Ada Praktik Jual Beli Jabatan Pembangunan Infrastruktur DiAkhir Tahun Urung Digelar Demi Menjaga Kualitas, M. Nasir Minta Bupati Pesawaran Undur Pembangunan Fisik di APBD P Tahun Ini Pemerintah Kabupaten Pesawaran Dorong Pembentukan Perda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu dan Anak pada tahun 2027 Sosialisasikan Perbup Hiburan Orgen Tunggal, Bupati Tekankan Jaga Kamtibmas Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global

Pemerintahan

Lima Fraksi DPRD Pesawaran Minta Tinjau Ulang Rencana Pinjaman Daerah Sebesar Rp 70 Miliar

badge-check

Lima Fraksi DPRD Pesawaran Minta Tinjau Ulang Rencana Pinjaman Daerah Sebesar Rp 70 Miliar Perbesar

PESAWARAN- Lima fraksi di DPRD Kabupaten Pesawaran meminta agar rencana pinjaman daerah sebesar Rp 70 miliar rupiah yang telah digagas bersama antara eksekutif dan legislatif
untuk ditinjau ulang. Hal itu mengingat apakah pemerintah Pesawaran memiliki kemampuan fiskal untuk membayar pinjaman tersebut.

Lima fraksi yang menyampaikan pandangan umum pada Rapat paripurna Penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2027 di GSG Pemda setempat, Senin 12 Oktober 2026 yakni Fraksi Partai NasDem, Fraksi PDIP, Fraksi PKB, Fraksi Demokrat Persatuan dan Fraksi Golkar.

“Terkait proritas belanja, kami Fraksi Nasdem dalam kesempatan ini menyampaikan kepada Bupati dan kepada Pimpinan DPRD akan hal rencana Pinjaman Daerah sebesar 70 Milyar yang telah digagas bersama di Perubahan 2026 untuk di tinjau ulang, baik dari segi kemampuan membayar hutang, kesesuaian dengan aturan dan yang paling utama adalah tujuan dari penggunaan dana pinjaman tersebut,”ungkap Trisna Mahardika saat menyampaikan pandangan umum Fraksi Partai NasDem

Pasalnya, pinjaman daerah seyogianya digunakan untuk kebutuhan yang dibenarkan dan kegiatan pembangunan yang jelas. Dan mempertimbangkan pemenuhan segala kebutuhan masyarakat yang dianggap paling penting dan proritas dalam pengalokasian sumber daya secara ekonomis, efesien dan efektif

“Bukan berdasarkan kepentingan politik semata ataupun kepentingan kelompok tertentu,”ucapnya

Senada disampaikan Fraksi Partai Golkar menyatakan secara tegas kepada Bupati dan Pimpinan DPRD untuk meninjau dan mengkaji ulang rencana tersebut, apabila belum disertai pembuktian yang memadai mengenai kemampuan pengembalian, kelayakan proyek, besaran biaya pinjaman, dan manfaatnya bagi masyarakat

“pembangunan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Namun, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan kemampuan keuangan daerah dan tanggung jawab terhadap masa depan Kabupaten Pesawaran,”tegas Anggota Fraksi Partai Golkar Arif Munandar

Menurutnya, pemerintah daerah wajib
membuktikan terlebih dahulu bahwa pinjaman tersebut benar-benar merupakan kebutuhan yang mendesak, memiliki perencanaan yang matang, memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang terukur, serta tidak mengganggu pembiayaan  pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, dan kebutuhan prioritas masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat Pesawaran hanya menerima janji pembangunan hari ini, tetapi harus menanggung beban fiskal yang lebih berat pada masa mendatang,”ucapnya

Sedangkan Fraksi PDI P menilai bahwa pinjaman daerah bukan semata-mata apakah telah disetujui atau belum. Persoalan utamanya adalah apakah pinjaman tersebut benar-benar diperlukan, dikelola secara bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“ Jangan sampai keputusan yang kita ambil hari ini justru membebani APBD pada tahun-tahun berikutnya dan mengurangi kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,”jelas Anggota Fraksi PDI P Harno Irawan

Terkait pandangan beberapa Fraksi yang memberikan masukan agar meninjau ulang rencana pinjaman daerah,Bupati Pesawaran Nanda Indira memberikan apresiasi atas masukan tersebut.

“Terkait masukan untuk mengevaluasi ulang pinjaman daerah, pada prinsipnya monggo, karena kedepan harapan saya legislatif dan eksekutif kompak. Kalau ada pembahasan yang perlu dikaji ulang, monggo. Apakah akan batal (Pinjaman Daerah,red) atau diteruskan siap,”Paparnya
Terpisah Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian mengatakan evaluasi tersebut bisa saja pinjaman dapat diteruskan ataupun tidak. Namun, dibutuhkan kajian yang mendalam, dengan prinsip agar pinjaman daerah diperuntukkan bagi pembangunan yang merata.
“Saat pembahasan memang kemampuan fiskal kita masih kurang. Tapi itu masih dinamis, artinya kawan kawan fraksi bukan mau menolak ataupun setuju juga. Evaluasi nanti bisa saja volume berkurang, artinya masih dinamis menyesuaikan kemampuan fiskal. Hanya saja bagaimana manfaat  pinjaman daerah ini, agar pembangunan rata dan tersebar di seluruh kecamatan,”pungkasnya (Rul)
Facebook Comments Box

Read More

Bupati Nanda Tegaskan Tidak Ada Praktik Jual Beli Jabatan

6 November 2026 - 22:04 WIB

Pembangunan Infrastruktur DiAkhir Tahun Urung Digelar

5 November 2026 - 18:15 WIB

Demi Menjaga Kualitas, M. Nasir Minta Bupati Pesawaran Undur Pembangunan Fisik di APBD P Tahun Ini

31 October 2026 - 16:10 WIB

Pemerintah Kabupaten Pesawaran Dorong Pembentukan Perda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu dan Anak pada tahun 2027

30 October 2026 - 07:32 WIB

Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global

21 October 2026 - 07:30 WIB

Trending on Pemerintahan