PESAWARAN.LENSA MEDIA- Kabupaten Pesawaran tengah diguncang badai politik yang kian memanas. Belasan pegawai pemerintah daerah mendadak dicopot dari jabatannya oleh Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona.
Keputusan yang mengejutkan ini memicu spekulasi liar, terutama karena terjadi hanya beberapa hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Bupati terpilih Aries Sandi. Pencopotan 16 pegawai ini menuai kritik tajam, salah satunya dari Ketua Harian P3KP Pesawaran, Muallim Taher. Ia menuding langkah Bupati Dendi sebagai bentuk balas dendam politik pasca Pilkada 2024 dan menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 25 Mei 2025 mendatang.

“Saya melihat pemberhentian 16 pegawai ini tidak lepas dari Pilkada yang lalu. Dari daftar nama yang dicopot, mereka adalah orang-orang yang tidak mendukung Nanda dalam Pilkada kemarin,” ujar Muallim dalam pernyataannya pada Sabtu 1 Maret 2025.
Muallim juga mempertanyakan apakah pencopotan ini sudah sesuai prosedur, terutama dengan melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Pesawaran.
“Memang bupati memiliki hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat OPD, tapi keputusan itu harus sesuai aturan, bukan karena kepentingan politik tertentu,” tegasnya
Lebih jauh, Mualim menilai bahwa pencopotan ini adalah bentuk intimidasi politik menjelang PSU yang direncakan akan dilaksanakan pada 24 Mei 2025 mendatang.
“Ini adalah cara untuk menekan pegawai agar tunduk pada kepentingan politik. Jika dibiarkan, maka ASN di Pesawaran akan terus berada di bawah bayang-bayang kepentingan penguasa,”lanjutnya.
Dari informasi yang beredar, berikut daftar belasan pegawai Pemda Pesawaran yang dicopot dari jabatannya: 1. Afrizal Syani HM – Camat Marga Punduh 2. Slamet – Sekcam Marga Punduh 3. Susi Yosepa – Sekcam Negerikaton 4. Ferry – Kabid Bapenda 5. Suranto – Sekretaris 6. Adi Mahendra 7. Andi – Kabid LH 8. Syarif 9. Dariyo – Kabid Perhubungan 10. Fahmi – Kabid LH 11. Apri – Bapenda 12. Mahdiyan – Kominfo 13. Andreas Candra 14. Aditya Desilma – Capil 15. Husein – P3AP2KB
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemda Pesawaran belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pencopotan massal ini. Namun, aroma ketegangan politik semakin menguat di tengah persiapan PSU yang kian dekat. ().

















