JAKARTA- Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhamad Jazuli mengatakan bahwa landscape industri media saat ini tengah mengalami terbulensi yang sangat tajam.
“ Disukai tidak disukai, saat ini industri media lagi mengalami turbulensi yang sangat tajam,”ungkap Jazuli saat Munas III DPP Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Ball Room The Hotel Acacia Jakarta, Rabu 22 Juli 2026

Dikatakan, faktor eksternal yang berpengaruh yakni perkembangan teknologi yang begitu pesat. Sehingga terjadi pergeseran masyarakat untuk membaca, mendengar dan menonton media arus utama.
“ Karena masyarakat ada alternatif tontonan lain,”ucapnya
Selain itu, perusahaan media meskipun masih berskala kecil harus mematuhi aturan, baik dari sisi konten maupun sisi bisnis. Dimana dari sisi konten, produk jurnalistik diatur melalui regulasi seperti undang undang pers, kode etik jurnalistik, undang undang penyiaran dan regulasi lainnya.
“ Sementara dari sisi bisnis, perusahaan media meskipun kecil, itu ada pajaknya. Padahal belum tentu ada keuntungan. Sedangkan sosial media, seperti tik tok, IG, Facebook, pasti dapat duit dari situ, tetapi tanpa pajak,”tegasnya yang menhasilkan uang, baik itu
Sementara Ketua Umum DPP PJS Pusat, Mahmud Marhabah mengatakan bahwa perjuangan PJS untuk masuk menjadi Konstituens Dewan Pers sudah berlangsung sejak 2024.
“Alhamdulillah 7 Juli lalu, kita diterima dan berkomunikasi dengan baik oleh wakil ketua dewan pers dan jajaran,”ujarnya
Lebih jauh Mahmud menegaskan sejak berdirinya PJS, pihaknya sudah memagari setiap anggota dengan tiga hal yakni tidak berada dalam organisasi sejenis, tidak tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat, dan setiap anggota PJS tidak boleh menggunakan media dengan nama yang menyerupai nama institusi (Rul)




















