Menu ✖

Dark Mode
Bupati Nanda Tegaskan Tidak Ada Praktik Jual Beli Jabatan Pembangunan Infrastruktur DiAkhir Tahun Urung Digelar Demi Menjaga Kualitas, M. Nasir Minta Bupati Pesawaran Undur Pembangunan Fisik di APBD P Tahun Ini Pemerintah Kabupaten Pesawaran Dorong Pembentukan Perda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu dan Anak pada tahun 2027 Sosialisasikan Perbup Hiburan Orgen Tunggal, Bupati Tekankan Jaga Kamtibmas Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global

Pendidikan

Disdikbud Pesawaran Nonaktifkan Oknum Guru Yang Terlibat Keributan

badge-check

Disdikbud Pesawaran Nonaktifkan Oknum Guru Yang Terlibat Keributan Perbesar

PESAWARAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran mengambil langkah tegas terhadap seorang guru yang terlibat keributan dengan sesama guru dan mengintimidasi siswa di salah satu sekolah dasar (SD) di wilayah setempat.

Oknum guru tersebut bernama Harmini, yang merupakan pengajar mata pelajaran PJOK di SDN 5 Kedondong, dan saat ini telah resmi dinonaktifkan dari jabatannya.

Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran, Anca Martha Utama, menjelaskan bahwa keputusan ini tertuang dalam surat Disdikbud Pesawaran Nomor 800/1016/IV.01/P2K/VIII/2025.

Surat tersebut menyatakan Harmini tidak lagi diperkenankan menjalankan tugas sebagai guru di SDN 5 Kedondong karena tindakannya dianggap tidak mencerminkan perilaku seorang pendidik.

“Langkah ini kami ambil untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan peserta didik. Keselamatan dan ketenangan siswa adalah prioritas kami,” tegas Anca, Minggu (24/8/2025).

Mantan Kadis Pertanian ini memaparkan bahwa pihaknya telah menempuh sejumlah langkah setelah insiden terjadi, mulai dari pemeriksaan hingga mengambil langkah tegas.

“Pertama, kami meminta Inspektorat Daerah memeriksa yang bersangkutan pada 29 Juli 2025. Kedua, menonaktifkan yang bersangkutan sebagai guru per 1 Agustus 2025. Pada hari kejadian itu juga, kami langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kedondong,” jelasnya.

Anca menambahkan, berdasarkan data dari Puskesmas setempat, Harmini terindikasi memiliki riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Insiden ini terjadi pada 28 Juli 2025 di halaman SDN 9 Kedondong saat upacara bendera berlangsung. Dimana Harmini datang mencari seorang tenaga honorer berinisial A. Dilokasi itulah keributan terjadi, termasuk dugaan ancaman terhadap siswa yang kemudian viral di media sosial.

“Kami akan terus memantau kasus ini dan memastikan seluruh sekolah di wilayahnya menjadi lingkungan yang aman dan kondusif bagi peserta didik,” pungkasnya.

Lebih jauh Anca menambahkan, sebelum viralnya kejadian tersebut, pada Februari 2025 oknum guru Harmini juga sempat dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran lantaran kedapatan merokok di sekolah.
“ Untuk membuktikan lebih lanjut apakah indikasi yang bersangkutan mengalami ODGJ, kan harus dilakukan observasi di Rumah Sakit Jiwa. Upaya itu sudah coba kita komunikasikan dengan pihak keluarga, namun pihak keluarga belum bersedia,”tutupnya (Rul )
Facebook Comments Box

Read More

Nasib Guru Non-ASN Kota Metro Tanpa Kepastian

15 July 2026 - 18:18 WIB

Kendalikan Hama, Dinas TPH Pesawaran Berikan Bantuan Racun Tikus

3 July 2026 - 21:39 WIB

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdikbud Pesawaran Terapkan Digitalisasi Pembelajaran

13 May 2026 - 20:55 WIB

O2SN Momentum Lahirkan Talenta Olahraga

12 May 2026 - 15:08 WIB

Pringsewu Butuh Guru Yang Mampu Mencari Kebenaran di Tengah Kegelapan

3 April 2026 - 12:05 WIB

Trending on Pendidikan