PESAWARAN.LENSA MEDIA -Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Iya, pepatah tersebut sangat pas disematkan untuk Jihan yang tidak lain merupakan putri dari Bupati Pesawaran terpilih Aries Sandi. Rasa Kepedulian sosial yang tinggi mewarisi orang tuanya sangat jelas terlihat saat melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada salah satu warga Gedongtataan yang rumahnya roboh akibat bencana alam
Dengan didampingi Relawan Aries Sandi, Jihan meninjau langsung lokasi salah satu rumah yang menjadi korban bencana alam di Desa Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, pada Jumat 24 Januari 2025.

Rumah tersebut dilaporkan ambruk akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati terpilih H. Aries Sandi Darma Putra diwakili oleh putrinya Jihan datang untuk melihat kondisi korban dan rumah yang dilaporkan ambruk.
Jihan menyampaikan salam dan pesan dari Aries Sandi kepada korban agar tetap tabah dalam menghadapi musibah ini. Ia juga menyerahkan bantuan yang bertujuan meringankan beban keluarga korban.
“Mohon maaf Pak Aries Sandi belum bisa datang langsung, namun dirinya menyampaikan pesan untuk tabah atas musibah ini dan menitipkan sedikit bantuan untuk meringankan beban,”singkatnya.
Sementara Irwan pemilik rumah mengungkapkan rasa terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Aries Sandi.
“Saya ucapkan terimakasih kepada pak Aries Sandi atas perhatian dan bantuan yang diberikan, semoga pak Aries dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan sukses terus,” pungkasnya.
Sebelumnya,Hujan deras disertai angin yang terjadi terus-menerus mengakibatkan satu rumah di Desa Gedung Tataan ambruk. Beruntung saat kejadian itu sang penguni sedang berada diluar rumah. Menurut Irwan selaku pemilik rumah yang berlokasi di Dusun Kuda Mati Desa Gedong Tataan itu bahwa musibah tersebut terjadi pada Rabu 22 Januari 2025 sekitar pukul 09.00 Wib. Dimana saat kejadian rumah tersebut tengah dihuni oleh kerabatnya. “Jadi berdasarkan penjelasan dari saudara saya bahwa kejadian itu sudah ada tanda-tanda akan ambruk sejak malam hari saat hujan, dimana sebagaian genting dan kayu penyangga mulai patah. Dan saat pagi harinya tiba-tiba secara spontan seluruh atap ambruk, untungnya yang menunggu rumah sedang membersihkan halaman rumah,” ujarnya, Kamis 23 Januari 2025. (Rul)



















