Menu ✖

Dark Mode
Bupati Nanda Tegaskan Tidak Ada Praktik Jual Beli Jabatan Pembangunan Infrastruktur DiAkhir Tahun Urung Digelar Demi Menjaga Kualitas, M. Nasir Minta Bupati Pesawaran Undur Pembangunan Fisik di APBD P Tahun Ini Pemerintah Kabupaten Pesawaran Dorong Pembentukan Perda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu dan Anak pada tahun 2027 Sosialisasikan Perbup Hiburan Orgen Tunggal, Bupati Tekankan Jaga Kamtibmas Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global

Headline

Jelang Aksi Damai, Penguasa Panik! Camat dan Kades Dikerahkan Untuk Cegah Partisipasi Rakyat

badge-check

Jelang Aksi Damai, Penguasa Panik! Camat dan Kades Dikerahkan Untuk Cegah Partisipasi Rakyat Perbesar

PESAWARAN-Aliansi Masyarakat Penyelamat Pesawaran (AMPP) terus menggalang kekuatan jelang aksi damai “Selamatkan Demokrasi” yang dijadwalkan digelar pada 17 Maret 2025 di Gedung KPU Kabupaten Pesawaran.

Aksi ini bertujuan menuntut KPU agar menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) secara penuh, tanpa intervensi dari pihak-pihak yang dinilai merusak demokrasi.

Namun, upaya masyarakat untuk menyuarakan keadilan ini tak lepas dari tekanan penguasa setempat. Menurut laporan yang diterima, sejumlah camat dan kepala desa dikerahkan guna menghasut masyarakat agar tidak ikut serta dalam aksi tersebut.

“Kita lihat ada sejumlah kepala desa dan camat yang membuat pernyataan melarang warganya ikut aksi. Mereka ini adalah antek-antek penguasa yang hanya mengejar kepentingan pribadi dan kelompok, tanpa memikirkan keadilan dan masa depan demokrasi di Pesawaran,” ujar Mualim Taher, tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran, dalam pernyataannya pada Sabtu malam (15/03/2025).

Mualim menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari kesadaran masyarakat, bukan digerakkan oleh kepentingan politik tertentu. Menurutnya, segala upaya untuk menggagalkan aksi damai ini justru menunjukkan adanya pihak-pihak yang ingin mempertahankan sistem yang korup dan tidak demokratis.

“Gerakan kami ini bukan didorong oleh kepentingan kelompok tertentu. Jadi, jika ada oknum-oknum yang berusaha menggagalkan aksi ini, maka mereka adalah bagian dari kekuatan yang ingin mempertahankan kebobrokan demokrasi di Pesawaran,” tegasnya.

AMPP tetap berkomitmen untuk menggelar aksi damai dengan target utama menduduki Gedung KPU. Mereka menuntut agar KPU melaksanakan putusan MK secara penuh, yang mengatur bahwa Pemungutan Suara Ulang (PSU) harus dilakukan dengan mengganti calon bupati terpilih dan mengusungnya kembali melalui tiga partai pengusung—Demokrat, PPP, dan Golkar—bukan hanya oleh satu atau dua partai saja.

“Kami akan terus mengawal keputusan ini sampai benar-benar dijalankan sesuai dengan amar putusan MK. Jangan sampai demokrasi di Pesawaran tercoreng oleh kepentingan segelintir elit politik,” pungkasnya.

Aksi damai ini menjadi ujian besar bagi demokrasi di Kabupaten Pesawaran. Apakah suara rakyat akan tetap lantang, atau justru dibungkam oleh tekanan penguasa? Semua mata kini tertuju pada pergerakan AMPP dan respons pemerintah terhadap tuntutan mereka. (Rul)

Facebook Comments Box

Read More

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

12 September 2026 - 08:46 WIB

Munas Ke- III PJS Soroti Berbagai Isu Strategis Industri Media

22 July 2026 - 18:23 WIB

Pemkab Pesawaran Raih Penghargaan UKPBJ Proaktif Dari LKPP RI

25 February 2026 - 20:00 WIB

Khuzil Afwa Kahuripan didaulat Jadi Kepala Kemenag Pringsewu

13 February 2026 - 12:18 WIB

Langgar Kode Etik, DPD NasDem Berikan Warning Keras Kepada TM

2 February 2026 - 14:37 WIB

Trending on Headline