Menu

Dark Mode
LSMB Lampung Desak Kejati Usut Tuntas TPPU SPAM Pesawaran Bupati Lampung Tengah Dijatuhi Hukuman 5 Tahun Penjara Saatnya Perempuan Jadi Motor Penggerak Pembangunan Pertanian Bapenda Pesawaran Tertibkan Reklame Menunggak Pajak Dinas TPH Pesawaran Gerak Cepat, Tinjau Sawah Di Kurungan Nyawa Yang Alami Kekeringan DPC PJS Pesawaran Resmi Dilantik, Jaga Marwah Profesi

Headline

Wartawan Media Online Jadi Sasaran Penganiayaan

badge-check

Wartawan Media Online Jadi Sasaran Penganiayaan Perbesar

Pesawaran –Salah satu wartawan media online Zahrial Warga Kecamatan Waylima diduga menjadi korban penganiayaan oleh RD.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (09/09/2025) sekitar pukul 20.20 WIB di Desa Way Lima.
Zahrial mengatakan, dengan mengendarai mobilnya, RD mendatangi kediaman Zahrial dan melakukan tindak kekerasan. Berdasarkan keterangan korban, RD memukul dan bahkan meludahi dirinya yang juga disaksikan adik kandung Zahrial.

Rekaman CCTV di luar dan di dalam rumah pun merekam jelas momen tersebut. Berbekal bukti dan saksi mata, Zahrial resmi melaporkan tindakan dugaan penganiayaan itu ke Polres Pesawaran pada Selasa 10 September 2025

Dalam rekaman CCTV di rumah korban,pelaku RD terlihat mendatangi rumah korban. Sesampainya di rumah Zahrial, RD mengetuk pintu tiga kali, kemudian memanggil korban untuk berbicara di luar rumah. Saat korban menolak dan meminta berbicara di dalam rumah karena sedang bekerja, terlapor diduga langsung melakukan penganiayaan
“Kamu melaporkan saya ya, Rama Saputra,”tirunya
Kendati oleh Zahrial telah dijawab bahwa bukan dirinya yang melaporkan, pukulan tetap saja mendarat di wajah Zahrial, dan hal ini yang menjadi salah satu bukti petunjuk bahwa akun tersebut digunakan olehnya. Aksi RD ini memantik keprihatinan masyarakat.
“Kami masyarakat geram mengetahui kelakuan seperti ini. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, jangan sampai ada kesan kebal hukum. Nggak ada manusia kebal hukum, apalagi dia kan tahu sendiri katanya sekretaris salah satu Lembaga Adat, seharusnya memberikan contoh yang baik, bukan malah kelakuannya seperti itu,” ujar AN (38), tetangga korban.

Publik kini menanti sikap tegas aparat. Apakah hukum akan berjalan sebagaimana mestinya, atau justru kembali menjadi tontonan ketidakadilan?

Diketahui. Zahrial merupakan seorang wartawan yang turut mendampingi pelapor Mualim Taher ke Polda Lampung. Meski ia mengetahui dugaan pencemaran nama baik Mualim Taher sebagai tokoh pendiri Pesawaran, ia memilih menghormati proses hukum dan tidak mempublikasikan kasus tersebut di media. Laporan tersebut saat ini sedang dalam tahap penyidikan oleh unit Siber Polda Lampung. Penyidik tengah mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan dari tim ahli, serta melakukan koordinasi dengan pihak Meta selaku pengelola platform Facebook.

Terkait laporan mengenai penganiayaan yang dialami oleh Zahrial, dalam laporannya Zahrial menyebut peristiwa terjadi saat terlapor mendatangi rumah korban, mengetuk pintu tiga kali, kemudian memanggil korban untuk berbicara di luar rumah. Saat korban menolak dan meminta berbicara di dalam rumah karena sedang bekerja, terlapor diduga langsung melakukan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 dan/atau Pasal 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Facebook Comments Box

Read More

Munas Ke- III PJS Soroti Berbagai Isu Strategis Industri Media

22 July 2026 - 18:23 WIB

Pemkab Pesawaran Raih Penghargaan UKPBJ Proaktif Dari LKPP RI

25 February 2026 - 20:00 WIB

Khuzil Afwa Kahuripan didaulat Jadi Kepala Kemenag Pringsewu

13 February 2026 - 12:18 WIB

Langgar Kode Etik, DPD NasDem Berikan Warning Keras Kepada TM

2 February 2026 - 14:37 WIB

DPRD Pesawaran Rekomendasikan BGN Ganti Mitra SPPG Tri Mulyo

2 February 2026 - 14:10 WIB

Trending on Headline